Suara Kuburan Di Belakang Rumah


Suatu hari Kakek bercerita tentang tiga kuburan di belakang rumah. Tepatnya berada pas di sebelah kandang sapi. Kakekku suatu malam mendengar suara gamelan ditabuh, lalu terdengar suara seorang wanita menyanyi. Lagu yang dibawakan tersebut berjudul LIHAT KEBUNKU. Setelah itu terdengar ramai tepukan tangan dan terdengar riuh sekali.


Besok malamnya terlihat seorang wanita memakai daster berwarna pink, terbang sambil menggendong anak bayi, sambil menangis.


Suara tangisannya juga bergantian.


Jam 23.00 - 02.00.


Ibunya yang menangis menggerung-gerung. Terkadang tertawa cekikikan.


Jam 02.00 - 05.00.


Ganti anaknya yang menangis menjerit - jerit. Kadang diselingi dengan guling-guling di tanah. Lalu terdengar tawanya yang terkadang merdu, terkadang fals.


Kakekku merasa bising dan sangat terganggu sekali. Dan sering kali harus begadang hingga dini hari. Hingga akhirnya beliau mempunyai inisiatif untuk membuat sesaji  dan menaruhnya di kuburan tersebut. Adapun sesajinya yaitu, satu teko susu dan dua buah gelas. Dan diberikan setiap malam minggu. Anehnya ges, semenjak itu tidak terdengar lagi suara nyanyian dan tangisan hantu itu.


Tradisi memberikan sesaji (satu teko susu+ dua buah gelas) itu berlangsung sampai sekarang. Ketika Kakek meninggal, tradisi tersebut diteruskan oleh anak, cucu dan sampai masaku sekarang.


Pernah satu kali aku kelupaan memberi sesaji, tiba-tiba, malamnya terdengar suara gamelan ditabuh, lalu terdengar suara seorang wanita menyanyi, membawakan lagu yang berjudul PACAR LIMA LANGKAH.


Besok malamnya terlihat wanita memakai daster berwarna pink. Dia terbang sambil menggendong anaknya. Seperti biasa mereka menangis secara bergantian.


Pokoknya serem ges, kalau lihat kejadian itu.


Kadang gue sering heran dan bertanya-tanya sendiri, memang itu hantu apaan ya?


Post a Comment

Previous Post Next Post